Wednesday, September 18, 2013

Wrecking Ball - Miley Cyrus

Wah… wah… lirik lagu ini remaja banget. Berapi-api, emosional, dengan ego yang sangat ditonjolkan. Interpretasinya bisa beberapa versi nih. Versi pertama, sepasang kekasih yang hanya saling menyakiti sesudahnya. Versi kedua, belum jadi sepasang kekasih, tapi sudah saling menyakiti karena sama-sama tidak tahu perasaan masing-masing. Aku pakai versi yang mana ya? Kita lihat saja nanti.

We clawed, we chained our hearts in vain
We jumped, never asking why
We kissed, I fell under your spell
A love no one could deny

Aku tahu kita ini saling mencintai. Yang aku tidak tahu adalah, mengapa kita harus saling menyakiti? Kita saling mengorek masa lalu hanya untuk memuaskan keingintahuan kita. Kita mengungkit-ungkit hal yang tidak ada hubungannya dengan kita, tanpa alasan yang jelas. Kita saling berciuman, lalu bertengkar lagi. Sepertinya ciuman itu hanyalah akal-akalanmu saja untuk mendapatkan sesuatu dariku. Selalu seperti ini. Aku selalu berfikiran negtif tentangmu. Padahal, orang lain melihat kita begitu mesra.

Don’t you ever say I just walked away
I will always want you
I can’t live a lie, running for my life
I will always want you


Kau selalu menuduhku mengabaikanmu, tak perhatian padamu, dan hal-hal seperti itu. Kau tahu meski ada beberapa hal yang membuatku merasa tidak nyaman bersamamu, aku tak kan pernah meninggalkanmu. Aku selalu menginginkanmu untuk tetap menjadi kekasihku. Aku tak bisa membohongimu dan berkata aku tak lagi mencintaimu, hanya untuk melihat reaksimu yang terluka. Aku hanya sebentar menenangkan diri, meyakinkan hatiku bahwa aku memang mencintaimu.

I came in like a wrecking ball
I never hit so hard in love
All I wanted was to break your walls
All you ever did was wreck me
Yeah, you wreck me


Kehadiranku di hidupmu kurasakan layaknya bola penghancur, menggelinding meremukkan apapun yang kulewati. Kuhancurkan hatimu karena kau pikir aku tak pernah benar-benar mencintaimu. Kau membalasku dengan hal yang sama atas kesalah pahamanmu itu. Kau bertindak hanya dengan tujuan untuk melukaiku.

I put you high up in the sky
And now, you’re not coming down
It slowly turned, you let me burn
And now, we’re ashes on the ground


Padahal, aku dulu memujamu. Tapi kau bertingkah mengetahui hal itu. Kau selalu minta diperlakukan lebih karena kau tahu aku tak kan pernah menolak permintaanmu. Perlahan tapi pasti, kau membiarkanku terus melakukan pengorbanan yang tak berarti hanya untuk menyenangkanmu. Dan kini, kita hanya saling menghancurkan meski terlihat mesra dari luar.

I came in like a wrecking ball
Yeah, I just closed my eyes and swung
Left me crouching in a blaze and fall
All you ever did was wreck me
Yeah, you wreck me


Kau anggap keberadaanku merusak hidupmu. Kubiarkan saja. Silakan percayai apapun yang ingin kau percayai. Percuma saja aku mengklarifikasi hal itu. Kubiarkan diriku terbakar oleh amarahmu, selama aku puas melihatmu meluapkan seluruh uneg-unegmu, selama kau puas bisa menghancurkan egoku. Dengan begitu, aku jadi punya alasan untuk membalasmu. Kau pikir aku menyakitimu, nyatanya, kaulah yang menyakitiku.

I never meant to start a war
I just wanted you to let me in
And instead of using force
I guess I should’ve let you in
I never meant to start a war
I just wanted you to let me in
I guess I should’ve let you in
Don’t you ever say I just walked away
I will always want you


Aku tak ingin memulai pertengkaran denganmu. Inginnya aku punya hubungan yang normal, layaknya para pecinta lain yang saling mengasihi. Penyesalan memang tak pernah muncul di awal episode, kecuali hidup kita beralur flashback. Harusnya dulu tak kubiarkan kesalah pahamanmu berlarut-larut. Harusnya bisa kubaca apa maumu agar kau juga memahami apa mauku. Tapi air sudah tertumpahke tanah, tak mungkin di tuang ke gelas lagi. Sia-sia. Mencintaimu adalah sebuah kesia-siaan. Memilikimu adalah memelihara kerugian. Tapi aku menikmatinya. Sepertinya aku mulai sakit jiwa, karena aku menikmati nyeri di dadaku tiap kali kau melukaiku.

9 comments: