Pages

Popular – Ariana Grande feat. Mika

Vidklipnya lucu, tapi nuansanya sama make-up nya serem. Mungkin karena lagu ini berkesan dendam sih ya. Dendam gadis terkucil yang tiba-tiba terkenal.

La la, la la
You were the popular one, the popular chick
It is what it is, now I'm popular bitch
Standing on the field with you pretty pompons
Now you're working at the movie selling popular corn
I could have been a mess but I never went wrong
'Cause I'm putting down my story in a popular song
Said I'm putting down my story in a popular song

Ah, itu kan dulu. Aku bisa mengatakan hal yang seperti itu sekarang. Kau, yang selalu mengejekku sebagai gadis udik dan kampungan, kini ternganga melihatku berada di panggung yang penuh gemerlapan. Kau memang cantik, sampai sekarang pun masih cantik. Kau memang popular, tapi itu dulu. Sekarang aku yang terkenal, bahkan melebihi dirimu. Karena, levelku tidak hanya terbatas di sekolah kita, tapi seluruh dunia. Apa yang bisa kau banggakan sekarang? Tak bisa berlagak seperti dulu lagi kan? Kau hanya seorang pesuruh di bagian popcorn di bioskop yang sedang menayangkan filmku yang sedang heboh-hebohnya. Bukan pekerjaan buruk sih, tapi juga bukan sesuatu yang membanggakan. Kau tak lagi bisa besar kepala seperti dulu. Kau tak lagi bisa ‘ngartis’ seperti dulu. Karena aku, gadis yang paling kau hina, kini jadi artis yang sesungguhnya. Kan kunyanyikan kisah kita, dengan lagu yang paling enak didengar, yang kan disukai banyak orang, dan aku akan semakin terkenal. Aku dulu bukan siapa-siapa, tapi juga tak pernah melukai siapapun. Pasti banyak yang menyumpahimu sekarang. Orang-orang sepertiku, misalnya.

II
My problem, I never was a model,
I never was a scholar
You were always popular
You were singing all the songs I don't know
Now you're in the front row
'Cause my song is popular


Dulu kau selalu mengejekku, karena aku tidak kenal lagu-lagu yang kau nyanyikan bersama kelompokmu yang super centil itu. Memangnya kenapa? Aku kuper, iya. Tapi aku memang tidak suka lagu yang kau nyanyikan itu, jadi buat apa aku tahu? Aku punya criteria musikku sendiri, dan sudah kubuktikan sekarang bahwa aku bisa mencipta lagu. Lagu yang disukai banyak orang, semua kalangan, semua selera. Buktinya, kau ada di barisan depan saat konserku berlabuh di daerahmu. Oh, puas sekali melihatmu ternganga di bawah sana. Aku tak pernah punya beban berat menjalani hidup. Aku bebas menentukan hidupku. Aku bukan ‘model’ kecantikan yang pernah dipuja. Aku bukan orang pintar yang selalu jadi acuan contekan, aku biasa saja. Bahkan tak pernah kelihatan. Jadi, pasti mengejutkan jika tiba-tiba aku muncul dengan gaya dan bakat yang berbeda.

III
Popular, I know about popular
It's not about who you are or your fancy car
You're only ever who you were
Popular, I know about popular
And all that you have to do, is be true to you
That's all you ever need to know
Catch up, 'cause you got an awful long way to do
Catch up, 'cause you got an awful long way to do
I was on the lookout for someone to hate
Picking on me like a dinner plate
I'd hit during classes, and it between them
Dunk me in the toilet now it's you that cleans them
You tried to make me feel bad with the things you do
It ain't so funny when the joke's on you
Uh, the joke's on you
And everyone's laughing, got everyone clapping, asking
How come you look so cool?
'Cause that's the only thing that I've learned at school
So that's the only thing I've learned at school


Kau membuatku tidak pintar, tidak keren, karena kau membuang waktu berhargaku di sekolah dengan perbuatan burukmu. Aku sudah terkenal sekarang. Dan aku tahu rasanya menjadi dirimu dulu. Tapi aku tak sepertimu. Karena yang kumiliki hanyalah diriku. Bukan kecantikan palsu, bukan mobil mewah pinjaman orang tuaku. Aku tak memperlakukan orang-orang yang tak sama denganku dengan buruk. Aku tak mengkasari mereka, aku tak pernah menceburkan mereka ke toilet, seperti yang kau lakukan padaku. Sekarang, kau yang membersihkan toilet itu. Mengingatmu, senang , sekaligus kasihan. Dulu, aku selalu jadi bahan tertawaan kalian. Tak pernah ada yang menertawaimu meski kau tampil aneh atau berbuat konyol. Semua menganggapmu keren, apapun dirimu. Bisa jadi itu hanya dibibir saja. Karena mereka takut perlakuan kejammu. Itu yang kupelajari darimu di sekolah. Tak perlu kejam untuk mendapat teman. Benarkah yang dikelompokmu itu temanmu? Teman seperti apa mereka? Tanyakan lagi pada hatimu, benarkah yang kau dapatkan sekarang ini bukan perhatian palsu?

Back to II, III
All you ever need to know
You're only ever who you were
All you ever need to know
Popular, I know about popular
It's about who you are or your fancy car
You're only ever who you were
Popular, I know about popular
And all that you have to do, is be true to you
That's all you ever need to know


Aku tahu rasanya terkenal sekarang. Banyak yang mendekat padaku supaya ketularan terkenal. Nebeng nama pun cukup. Mungkin itu alasannya dulu kau banyak teman. Tapi aku tak sepertimu, karena aku tak ingin berakhir sepertimu. Ditinggalkan semuanya, hidup sia-sia, semua palsu belaka. Karena aku, kita, adalah diri kita sendiri, bukan kendaraan yang kita tumpangi, bukan gadget yang kita genggam, bukan kartu yang kita gunakan, bukan merk yang kita kenakan. Kita adalah kita dan hati kita, yang jika memberi cinta, akan mendapat balasan cinta, dan sebaliknya.

No comments:

Post a Comment