Pages

She is not You – David Archuleta

Lagu ini mengingatkanku pada kisah seseorang. Air mata masih menggenang jika mengingat kisahnya yang ia sampaikan padaku. Mungkin, bagi beberapa orang, ini adalah masalah yang sepele. Tapi, jika berurusan dengan hati, ini adalah hal yang sangat serius. Tentang menyembuhkan patah hati, yang kita tahu sangat sulit. Andai ada orang lain yang bersedia menyembuhkan pun, akan dengan sinis kita terima. Karena, hati kita masih menolak  untuk memasukkan orang lain. Aku mengingat kisah ini sebagai orang yang berusaha menyembuhkan, bukan sebagai orang yang patah hati. Betapa membutuhkan hati yang kuat untuk mengacuhkan penolakan demi penolakan. Kita mulai ya.

Mm Yeah
See how she's lookin in my eyes
Any guy would kill for that
She's a beautiful girl and she's into me
But I'm too busy still looking back
Now I'm walking her to the door
Tryin' to kiss her goodnight
Something inside just don't feel right

Aku berubah sinis menghadapi dunia setelah apa yang kau lakukan padaku. Hatiku mati, tertutup. Aku tak ingin sembuh. Aku ingin menikmati segala luka yang kau sebabkan. Tahukah kau, di sini, ada orang yang sangat berusaha untuk mendekatiku. Aku tahu niatnya tulus. Aku tahu dia benar-benar sayang padaku. Dia cantik. Tatapan matanya mengatakan segalanya padaku. Tatapan yang menunjukkan ia benar-benar menyayangiku. Tapi aku mengacuhkannya. Hatiku tak mau menerimanya. Aku terlalu sibuk mengenang masa lalu. Masa lalu kita. Aku masih terus berharap kaulah yang mengisi hatiku. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa menghindarinya. Kubiarkan ia mendekatiku. Kubiarkan ia menghiburku. Tapi, tiap kali aku mengantarnya pulang setelah kencan kami yang tak nyaman, hatiku berontak. Aku tak mau dia, aku maunya kamu.

My friends tell me I gotta give it up
So I've been trying to move on
But my heart's still caught and my head's not clear
Of the pictures from before you were gone
And I never wanna hurt no one
Tryin' to forget your name
Something inside just don't feel the same


Padahal, teman-temanku yang tahu betapa hancurnya hidupku setelah kau tinggalkan, terus menyarankanku agar merelakanmu. Aku bukannya tak berusaha melakukan itu. Sudah kulakukan, tapi aku tak mampu. Bayanganmu masih melekat di ingatanku. Kenangan-kenangan kita sebelum hubungan kita berakhir, terus menghiasi mimpiku. Aku tak ingin menghapusnya. Rasanya nyaman mengenang semua itu, dari pada mengingat betapa kau telah melukaiku. Tapi, sungguh kasihan sekali gadis itu. Dia begitu peduli padaku, hanya saja aku tak sanggup untuk lebih peduli padanya. Aku tak ingin melukainya dengan selalu membandingkannya denganmu. Jujur, aku tak merasakan apapun saat bersamanya.

Noo
She's not you
And I don't know what to say
But I'll say it anyway
No matter what I do
I can't believe the lie
And I just can't see it through
No, she's not you

Karena yang kuinginkan adalah dirimu. Dan dia bukan dirimu. Dia tahu setiap kali berhadapan denganku, mataku tak sanggup menatap matanya. Dia tahu aku belum bisa menerimanya. Tapi dia bertahan. Aku tak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya. Bagaimanapun juga, aku harus jujur padanya. Aku akan mengatakan padanya kalau hatiku belum membuka lowongan untuk hati yang lain. Hatiku sudah kau miliki. Aku tak bisa berpura-pura mencintainya, karena dengan begitu, aku sama jahatnya denganmu. Aku tahu dia hanya berusaha menghiburku, bukan menghapusmu dari hidupku. Tapi, bahkan seperti itu saja pun aku tak mau, karena dia bukan dirimu. Aku maunya kamu.

Woke up in the middle of the night
Started reaching for the phone
Had to take a breath and remind myself
That you said you needed time alone
Didn't know what I wanted then and I know I let you down
Baby I know what I gotta do now

Selalu terbangun saat tengah malam, yang kuingat seketika adalah dirimu. Kuraih ponsel di hadapanku. Tanganku sudah gatal ingin memencet nomor telfonmu. Dan aku menggalau. Tanganku malah gemetar tiap kali ingin menghubungimu. Aku mengingat ucapanmu untuk tak lagi menghubungi. Aku mengingat tak pernah ada jawaban untuk pesan-pesanku. Aku mengingat tak pernah kau angkat telfon dariku. Aku menangis. Hal itu sederhana, tapi kalau kau yang melakukannya, rasanya seperti menginjak bara. Sesak di dada. Aku hanya ingin bersamamu selamanya. Tapi, sepertinya, kau menganggapku tak cukup pantas untukmu, hingga kau memutuskan untuk meninggalkanku. Tak cukup pantas, kata itu melukaiku, karena selama ini berarti kau hanya berpura-pura mencintaiku.

She's not you when she smiles
Not you when she wakes
Or you when she cries
Not you when she breaks
And I don't want to hurt her
But I know that it's true
She's not you
Oooh woah oh, not you

Ada dirinya sekarang. Senyumnya manis sekali, tapi tetap saja tak seindah senyummu. Dia sangat bersemangat, tapi aku lebih suka gaya malasmu. Tangisnya tak bersuara, nyaman di telinga. Tapi aku lebih suka berisikmu dan marah-marahmu saat menangis. Aku tahu dia terluka karena aku. Aku tak ingin lagi melukainya, tapi aku lebih tak ingin jika melukaimu. Aku tahu dia sempurna, lebih baik darimu. Tapi dia bukan dirimu. Dan aku inginnya kamu, bukan yang lain.

No comments:

Post a Comment