Pages

Call It What You Want - Taylor Swift

Teman, sahabat, kekasih, keluarga, tak bisa kita pilih satu di antara mereka. Konflik itu akan selalu ada. Fitrah manusia untuk memilih yang membuatnya merasa nyaman saat menghadapi dunia luar yang menghakimi dengan kejam meski tak mengenal secara mendalam. Pelajaran bagi kita, stop merecoki dan menghakimi kehidupan orang di dunia maya, apalagi di dunia nyata. Kita tak pernah tahu seberat apa yang mereka hadapi kan? Biarlah itu menjadi urusannya.
Lagu ini ditulis saat Taylor mulai dicap sebagai tukang bikin skandal kah?

My castle crumbled overnight
I brought a knife to a gunfight
They took the crown, but it's alright
All the liars are calling me one
Nobody's heard from me for months
I'm doing better than I ever was, 'cause

Istanaku runtuh dalam semalam. Kubeli sebilah pisau dan sepucuk senjata untuk jaga-jaga. Karena mereka telah merebut tahta, namun aku tak mengapa. Semua pendusta itu punya satu julukan untukku. Tak ada seorang pun selama ini yang bersedia mendengarku. Padahal, telah kulakukan yang terbaik dari semua hal yang baik, karena...

My baby's fit like a daydream
Walking with his head down
I'm the one he's walking to
So call it what you want, yeah, call it what you want to
My baby's fly like a jet stream
High above the whole scene
Loves me like I'm brand new
So call it what you want, yeah, call it what you want to

Kesayanganku menempatkan dirinya dengan pas seolah itu hanyalah lamunan. Ia berjalan dengan rendah hati, menuju ke arahku. Ya, aku lah yang ia tuju. Jadi terserah kalian saja hendak menyebutku sebagai apa. Kesayanganku terbang melesat bagai pesawat. Ia meluaskan pandangannya terhadapku dari atas sana dan memutuskan untuk mencintaiku sebagai seseorang yang benar-benar baru di matanya, tak peduli orang-orang lama melabeli papun tentangku. Jadi, terserah kalian mau menyebutku sebagai apa.

All my flowers grew back as thorns
Windows boarded up after the storm
He built a fire just to keep me warm
All the drama queens taking swings
All the jokers dressin' up as kings
They fade to nothing when I look at him
And I know I make the same mistakes every time
Bridges burn, I never learn, at least I did one thing right
I did one thing right
I'm laughing with my lover, making forts under covers
Trust him like a brother, yeah, you know I did one thing right
Starry eyes sparkin' up my darkest night

Karena ternyata, bunga kebaikan yang kutanam yang harusnya bermekaran malah tumbuh duri. Jendela pun berjumpalitan setelah diamuk badai. Namun ia tegar mendampingiku, melakukan segala cara untuk menghangatkan hatiku. Biarkan saja para ratu drama itu memerankan peran mereka. Biarkan saja para badut itu bertingkah seperti raja. Kekonyolan mereka menghilang seketika saat aku menatapnya. Aku tahu aku akan melakukan kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Aku akan memutus jembatan yang menghubungkanku dengan mereka, lagi. Tapi aku tahu aku taleh melakukan hal yang benar kali ini. Aku memilihnya, dan kami berdua membangun benteng persmbunyian bersama. Tertawa, bahagia, dia menjadi segalanya bagiku. Aku tahu aku telah tepat memilihnya, karena cahaya matanya menerangi gelapnya hatiku.

I want to wear his initial
On a chain round my neck, chain round my neck
Not because he owns me
But 'cause he really knows me
Which is more than they can say, I
I recall late November, holdin' my breath
Slowly I said, "You don't need to save me
But would you run away with me?"
Yes (would you run away?)

Ingin rasanya kuukir inisial namanya sebagai liontinku. Bukan karena ia milikku atau aku miliknya, tapi karena ia lah orang yang sangat mengerti diriku seutuhnya, lebih dari apa yang bisa mereka ceritakan tentangku kepadanya. Sebagai rasa syukurku karena memiliki dirinya. Masih kuingat November lalu, dengan menahan nafas kukatakan kepadanya bahwa ia tak perlu menyelamatkanku dari kemelut ini. Tapi ia bahkan bersedia melarikan diri bersamaku.

1 comment: