Pages

Believer - Imagine Dragons

Tobat, sepertinya begitulah inti dari lagu ini. Ketika kehidupan hanya menawarkan luka, maka itilah yang harus diterima hingga kelak dari luka ituvpun akan muncul hikmah yang menyimpan bahagia.

First things first
I'mma say all the words inside my head
I'm fired up and tired of the way that things have been, oh ooh
The way that things have been, oh ooh

Begini urutannya. Pertama-tama, aku ingin menyampaikan segala uneg2 yang berkecamuk di benakku. Aku lelah dan aku menyerah atas segala hal yang telah terjadi. Aku muak dengan bagaimana semua hal itu bisa terjadi.

Second things second
Don't you tell me what you think that I could be
I'm the one at the sail, I'm the master of my sea, oh ooh
The master of my sea, oh ooh

Yang kedua, jangan pernah menasehatiku tentang apa yang akan terjadi kepadaku. Jangan katakan apa yang aku bisa atau apa yang aku tidak bisa menurut sudut pandangmu. Karena aku adalah nahkoda dalam kehidupanku. Aku lah yang seharusnya menguasai diriku, apa yang kupikirkan dan apa yang kulakukan bukan urusanmu.

I was broken from a young age
Taking my sulking to the masses
Writing my poems for the few
That look at me, took to me, shook to me, feeling me
Singing from heartache from the pain
Taking my message from the veins
Speaking my lesson from the brain
Seeing the beauty through the...

Hidupku telah kacau semenjak aku muda dulu. Kubawa segala keluh kesahku, menghadapi banyak orang di sekitarku. Telah kutuangkan segala dukaku lewat puisi yang bisa semua orang baca dari raut mukaku, tingkah lakuku, pemikiranku. Kunyanyikan lagu lara yang nadanya mengalir di tiap pembuluh darahku. Dari semua itu, aku mengambil pelajaran hingga aku mampu melihat sisi keindajan dari...

Pain!
You made me a, you made me a believer, believer
Pain!
You break me down, you build me up, believer, believer
Pain!
Oh let the bullets fly, oh let them rain
My life, my love, my drive, it came from...
Pain!
You made me a, you made me a believer, believer

Kesakitan!
Ya, kesakitan telah membuatku terpuruk sekaligus memberi pelajaran kepadaku hingga aku bangkit lagi hingga kini aku menjadi orang yang beriman.

Third things third
Send a prayer to the ones up above
All the hate that you've heard has turned your spirit to a dove, oh ooh
Your spirit up above, oh ooh

Yang ketiga, selalu kupanjatkan doa pada yang kuasa. Kekuatan doa itu telah mengubah kebencian yang bersarang di hatiku melembut seringan merpati. Jiwaku pun telah naik derajatnya.

I was choking in the crowd
Building my rain up in the cloud
Falling like ashes to the ground
Hoping my feelings, they would drown
But they never did, ever lived, ebbing and flowing
Inhibited, limited
Till it broke open and rained down
And rained down, like...

Dulu, aku selalu sesak, tercekik dalam keramaian. Akuvyang dulu selalu mudah merana meski hanya karena hal sepele saja. Emosiku gampang berubah-ubah, seperti hujan di musim panas. Kuharap semua kesedihan itu akan menghilang, tapi nyatanya tidak. Semua rasa itu justru terus hidup dalam diriku, pasang surut, membatasi rasaku. Hingga suatu hari, batasan itu jebol. Air mataku tumpah-ruah menjadi...

Pain!
You made me a, you made me a believer, believer
Pain!
You break me down, you build me up, believer, believer
Pain!
Oh let the bullets fly, oh let them rain
My life, my love, my drive, it came from...
Pain!
You made me a, you made me a believer, believer

Luka! Yang justru membuatku belajar untuk menghargai rasa. Luka itu pulalah yang membuatku lebih percaya pada yang maha kuasa. Jadi, kubiarkan saja segala duka lara datang silih berganti, membentuk kehidupanku, kisah cintaku, caraku memutuskan sesuatu. Dari luka itu pulalah semakin kuat hatiku, dan lebih mengimani Tuhanku.

Last things last
By the grace of the fire and the flames
You're the face of the future, the blood in my veins, oh ooh
The blood in my veins, oh ooh
But they never did, ever lived, ebbing and flowing
Inhibited, limited
Till it broke open and rained down
And rained down, like...

Yang terakhir, dengan cahaya ilahi kutemukan tujuan hidupku, masa depanku. Kini harapanku semakin membuncah mengisi setiap relung nadiku, seperti dulu saat mereka terisi... Luka.

No comments:

Post a Comment