Pages

Love for A Child – Jason Mraz

Cinta di mata anak-anak, ketika mereka melihat kebahagiaan rumah tangga penuh cinta, kemudian melihat kehancurannya dengan sebuah perceraian.

There's a picture on my kitchen wall
Looks like Jesus and His friends involved
There's a party getting started in the yard
And there's a couple getting steamy in the car, parked in the drive
Was I too young to see this with my eyes?


Ada sebuah gambar yang tergantung di dinding dapur rumahku. Orang-orang bilang nama gambar itu The Last Supper. Ada gambar Jesus di dalamnya, sedang mengadakan perjamuan bersama beberapa orang. Dari jendela dapur, aku bisa melihat tetanggaku sedang mengadakan pesta di halaman. Di seberang jalan sana, di dalam sebuah mobil, ada dua orang yang sedang ‘panas’ karena kasmaran. Aku melihat semuanya. Apakah semua hal itu memang sudah pantas dilihat untuk anak seumurku? Mau bagaimana lagi, begitulah lingkunganku.

And by the pool that night, apparently
The chemicals weren't mixed properly
You hit your head and then forgot your name
Then you woke up at the bottom by the drain
And now your altitude and memory's a shame


Dan di sana, di sebuah pinggiran kolam renang, ada dua orang yang sedang berseteru entah karena apa. Lalu yang satu orang jatuh tersungkur ke dalam selokan dan hilang ingatan. Jika saja emosi itu bisa ditahan, tak akan ada keramaian seperti itu yang menyebarkan aib kehidupan di hari kemudian.

What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence, I haven't had enough
It's probably because when you're young
It's okay to be easily ignored
I'd like to believe it was all about love for a child

Tak sadarkah jika ada jiwa-jiwa suci di sekitar kalian yang seharusnya belum layak untuk menyaksikan segala pelampiasan nafsu dalam bentuk apapun. Saat itu aku masih muda, masih tidak peduli pada semuanya. Sekarang, setelah aku dewasa, aku tahu ketidak pedulianku itu sungguh sia-sia. Anak muda biasanya tak dianggap dalam menentukan keputusan. Begitulah pikiranku dulu kira-kira, jadi aku memutuskan untuk tak terlibat. Sedangkan di mata anak-anak, semua yang terjadi di sekeliling mereka adalah perwujudan cinta, karena yang seperti itulah yang diajarkan pada mereka.

When the house was left in shambles
Who was there to handle all the broken bits of glass
Was it mom who put my dad out on his ass or the other way around?
Well, I'm far too old to care about that now


Saat di dalam rumah yang damai tiba-tiba terjadi pertikaian, dan kaca berserakan di mana-mana, di mata anak-anak sepertiku, pertanyaan mendasarnya bukan mengapa mereka bertengkar, tapi siapakah yang akan membersihkan kaca-kaca itu? Karena biasanya aku dimarahi jika memecahkan sesuatu. Akankah ibu yang telah mengusir ayah keluar yang akan membersihkannya? Atau justru ayah yang telah membuat ibu marah kah yang dihukum untuk melakukannya? Ah, entahlah. Pikiranku zaman dulu tak pernah serumit itu. Aku bahkan tak memikirkan bagaimana nasibku.

What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence, I haven't had enough
It's probably because when you're young
It's okay to be easily ignored
I'd like to believe it was all about love for a child


Tak sadarkah jika ada jiwa-jiwa suci di sekitar kalian yang seharusnya belum layak untuk menyaksikan segala pelampiasan nafsu dalam bentuk apapun. Saat itu aku masih muda, masih tidak peduli pada semuanya. Sekarang, setelah aku dewasa, aku tahu ketidak pedulianku itu sungguh sia-sia. Anak muda biasanya tak dianggap dalam menentukan keputusan. Begitulah pikiranku dulu kira-kira, jadi aku memutuskan untuk tak terlibat. Sedangkan di mata anak-anak, semua yang terjadi di sekeliling mereka adalah perwujudan cinta, karena yang seperti itulah yang diajarkan pada mereka.

It's kinda nice to work the floor since the divorce
I've been enjoying both my Christmases and my birthday cakes
And taking drugs and making love at far too young an age
And they never checked to see my grades
What a fool I'd be to start complaining now


Sepertinya setelah perceraian ayah dan ibuku terjadi, aku dan keluargaku akan memulai segala hal dari awal lagi. Aku hidup dalam dunia yang tidak peduli, jadi aku pun tak lagi peduli. Tak ada yang kan menanyakan padaku apakah aku menikmati natal-natalku, atau apakah aku merayakan ulang tahunku. Tak ada yang peduli ketika aku mulai mengkonsumsi obat-obatan dan nges**s di usia yang sangat muda. Toh para perempuan penghibur itu tak pernah menanyakan kepadaku berapa kelasku, yagn penting aku membayar mereka seperti yang lainnya. Sekarang, saat aku dewasa, aku menyesali segala bentuk pelarian itu.

What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence, I haven't had enough
It's probably because when you're young
It's okay to be easily ignored
I'd love to believe it was all about love for a child
It was all about love


Tak sadarkah jika ada jiwa-jiwa suci di sekitar kalian yang seharusnya belum layak untuk menyaksikan segala pelampiasan nafsu dalam bentuk apapun. Saat itu aku masih muda, masih tidak peduli pada semuanya. Sekarang, setelah aku dewasa, aku tahu ketidak pedulianku itu sungguh sia-sia. Anak muda biasanya tak dianggap dalam menentukan keputusan. Begitulah pikiranku dulu kira-kira, jadi aku memutuskan untuk tak terlibat. Sedangkan di mata anak-anak, semua yang terjadi di sekeliling mereka adalah perwujudan cinta, karena yang seperti itulah yang diajarkan pada mereka.

3 comments: