Pages

I’ve Finally Found Someone – Bryan Adams feat. Barbra Streisand

Karena lagunya modelnya bersahut-sahutan, maka interpretasinya kita buat jadi dialog aja yuk….

Bryan:
I finally found someone, that knocks me off my feet
I finally found the one, that makes me feel complete

Co: Terima kasih, Tuhan, akhirnya Kau mempertemukanku dengan dirimu, seseorang yang selama ini dirindukan hatiku. Akhirnya aku menemukan seseorang untuk singgah di hati dan hidupku.
 
Barbra:
We started over coffee, we started out as friends
It's funny how from simple things, the best things begin


Ce: Aku juga tidak menyangka kalau kita akan berakhir sebagai sepasang kekasih. Kita dulu berteman seperti biasa. Kita kebetulan bertemu di kedai kopi kan? Kau masih ingat hari itu? Kita sama-sama memesan cappuccino. Kopimu bergambar daun, kopiku bergambar wajah. Kau tersenyum padaku dan pindah duduk dihadapanku. Kita mengobrol kesana kemari. Aku suka mengobrol denganmu. Nyambung dan menyenangkan. Lucu ya, dari hal sepele berkenalan di kedai kopi, kita bisa berlanjut seintens ini.

Bryan:
This time it's different


Co: Di mataku, kau bukan wanita biasa. Kau ini istimewa. Tak seperti wanita-wanita lain yang pernah kukenal, kau memberi sentuhan yang berbeda di hatiku. Aku bisa merasakannya dari  pertama melihatmu, bahwa kau adalah masa depanku.

Barbra:
Dah dah dah dah


Ce: Oh ya? Atas dasar apa?

Bryan:
It's all because of you,

Co: Entahlah, semua tentangmu. Caramu menggerakkan bibir saat berbicara, caramu menyibakkan poni yang mengganggu matamu, caramu menanggapi ucapanku, caramu tersenyum padaku, caramu mendengarkan ceritaku dengan selingan ‘mmm?’ yang imut dari bibir dan kerling matamu. Oh, aku suka semua tentangmu.


Barbra:
Dah dah dah dah

Benarkah? Senangnya….

Bryan:
It's better than it's ever been

Sungguh. Aku sedang tak berminat untuk menggombal. Aku hanya mengutarakan isi hatiku yang benar-benar terpesona padamu. Rasanya begitu pas di hati. Hariku tak pernah sebaik ini sebelumnya.

Both:
'Cause we can talk it through

Ce, Co: Tentu saja. Kita akan mulai membicarakan hal ini mulai sekarang. Membahas semua tentang kita, membahas kelanjutan hubungan kita, merancang masa depan kita. Kita pasti akn berbahagia jika bersama.

Barbra:
Oohh, my favorite line was "Can I call you sometime?"
It's all you had to say

Ce: Tahukah kau, Sayangku, ada satu kalimat darimu yang kujadikan kalimat sakti sampai saat ini. Saat kau berkata: “Bolehkah aku meneleponmu kapan-kapan?”. Aku sangat bahagia mendengarnya. Kalimat yang kunanti darimu, dihari pertama kita berkenalan. Aku suka bersamamu dan berharap kau akan mengatakan itu di akhir obrolan kita. Dan ternyata harapanku tercapai. Senangnya….

Both:
To take my breath away
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night

 Co, Ce: Oh, perasaan apa yang mendebarkan ini? Oh, akhirnya yang kami impikan tercapai, kami menemukan seseorang yang pas di hati. Seseorang yang akan berbagi hidup dengan kami, seseorang yang akan membuat malam-malam kami tak lagi sepi.

Barbra:
'Cause whatever I do,

Ce: karena apapun yang kulakukan mulai sekarang, kulakukan demi dirimu, Kasihku.

Bryan:
It's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone,

Co: Hanya dirimu yang kuinginkan. Aku tak mau kalau bukan dirimu. Yang kurasakan sekarang adalah, serasa terlahir kembali, menjadi manusia seutuhnya. Aku memulai hidup baru setelah kutemukan dirimu.

Barbra:
Ooh, someone


Ce: Oh kasihku, oh Sayangku.

Bryan:
I finally found someone


Co: Terima kasih, Tuhan, Kau mempertemukanku dengan kekasihku.

Barbra:
Oooh . . .

Bryan:
Did I keep you waiting,

Co: Apakah aku membuatmu menunggu, Sayangku? Apakah kau menantikan lamaranku?

Barbra:
I didn't mind


Ce: Aku tak keberatan, Cinta. Menunggu sesuatu yang pasti lebih membuatku berdebar. Aku percaya padamu, Sayang.

Bryan:
I apologize,


Co: Maafkan aku, Cinta. Bukan maksudku membuatmu menunggu. Aku hanya menanti moment yang pas untuk mengutarakannya. Kuharap kau bersabar demidiriku.

Barbra:
Baby, that's fine

Ce: Tidak masalah, Sayangku.

Bryan:
I would wait forever

Co: Akupun rela menunggu kesiapanmu menerimaku, sampai kapanpun.

Both:
Just to know you were mine

Co, Ce: Agar kau tahu bahwa kau adalah milikku, kuyakinkan dirimu bahwa kau adalah milikku, satu-satunya. Tak boleh ada yang lain.

Bryan:
You know I love your hair,

Co: Tahukah kau, Cinta, bahwa aku suka rambutmu yang tergerai indah sebahu itu?

Barbra:
Are you sure it looks right?

Ce: Ada apa dengan rambutku? Berantakan ya? Oh, kau menyukainya? Senangnya….

Bryan:
I love what you wear,


Co: Kau terlihat cantik mengenakan baju apapun.

Barbra:
Isn't it the time?

Ce: Kalau begitu, bukankah kau seharusnya menikah saja denganku sekarang?

Bryan:
You're exceptional,


Co: Tentu saja, karena kau istimewa. Mari kita menikah, Sayangku.

Both:
I can't wait for the rest of my life . . .
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night


Co, Ce: Mari kita segera membina maghligai rumah tangga kita. Aku tak mau menunggu lagi terlalu lama kalau kau sudah bersedia. Akhirnya, kita sama-sama menemukan seseorang untuk berbagi rasa, berbagi hidup, yang akan menemaniku setiap malam.

Barbra:
'Cause whatever I do,

Ce: Karena, apapun yang kulakukan sekarang, semuanya demi dirimu.

Bryan:
It's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone


Co: Ya. Harus dirimu yang jadi pendamping hidupku. Tak mau yang lain. Aku punya hidup yang baru sekarang. Bersamamu, selamanya.

1 comment: